Posts Tagged ‘All’

Jika bertepuk sebelah tangan

Jika bertepuk sebelah tangan …
Kusiapkan hatiku untuk itu
Kupertaruhkan setiap detik untuk menunggu
Sampai dimana aku temukan titik lelahnya

Jika bertepuk sebelah tangan
Aku akan mencarimu …
Bahkan hingga ke lorong tergelap di sudut hatiku
Kupertaruhkan jiwaku untuk menyanyangimu dengan tulus

Jika bertepuk sebelah tangan
Aku mengukir janji
kelak tak akan mencari tangan yang lain untuk menepuk tanganku
Aku akan setia
Setia menjagamu hingga nafas hanya di ujung lidah

Jika bertepuk sebelah tangan
Aku akan membuatmu mencintaiku
Meski kamu enggan untuk melihatku

Jika bertepuk sebelah tangan
Karena aku hanya memiliki satu tangan
Cacat … dan bersyukur

Jia demikian, maka kamu, kamu, kamu adalah harta terindah
Kamu ibu, ibu, ibu …
Sampai mati kupertaruhkan seluruh hidupku
untuk membuatmu bahagia

Jika bertepuk sebelah tangan
Biarkan sayangku menepuk luar biasanya hatimu

I LoUph U,……Mama

Ayah

Seorang Ayah
Ketika nilai raport anaknya jelek
berkata “Tidak apa, kau sudah melakukan yang terbaik”
Tapi didalam hatinya ia menangis,
menginginkan anaknya menjadi yang terbaik.


Seorang Ayah
Ketika anaknya jatuh dan terluka
berkata “Luka gitu aja nangis!!”
Tapi didalam hatinya
ia berharap dirinya saja yang terluka.


Seorang Ayah
Ketika diberhentikan dari pekerjaannya
berkata “Tidak usah kuatir, Ayah memang sudah lama ingin berhenti”
Namun didalam hatinya
ia berpikir bagaimana aku harus memberi makan keluargaku.


Seorang Ayah
Ketika hatinya hancur sekalipun
tetap berkata “AKu harus kuat”
kepada dirinya sendiri.

Karena
Seorang Ayah tidak pernah memikirkan dirinya sendiri.

Aku Malu menjadi wanita

” Wanita itu ibarat buku yang dijual di toko buku”

Begini asosiasinya.. di suatu toko buku, banyak pengunjung yang datang untuk melihat-lihat buku. Tiap pengunjung memiliki kesukaan yang berbeda-beda. Karena itulah para pengunjung tersebar merata di seluruh sudut ruangan toko buku. Ia akan tertarik untuk membeli buku apabila ia rasa buku itu bagus, sekalipun ia hanya membaca sinopsis ataupun referensi buku tersebut. Bagi pengunjung yang berjiwa pembeli sejati, maka buku tersebut akan ia beli. Tentu ia memilih buku yang bersampul, karena masih baru dan terjaga. Transaksi di kasirpun segera terjadi. “

bagi pengunjung yang tidak berjiwa pembeli sejati, maka buku yang ia rasa menarik, bukannya ia beli, justru ia mencari buku dengan judul sama tapi yang tidak bersampul. Kenapa? Kerena untuk ia dibaca saat itu juga. Akibatnya, buku itu ada yang terlipat, kusam, ternoda oleh coretan, sobek, baik sedikit ataupun banyak. Bisa jadi buku yang tidak tersampul itu dibaca tidak oleh seorang saja. Tapi mungkin berkali-kali, dengan pengunjung yang berbeda tetapi berjiwa sama, yaitu bukan pembeli sejati alias pengunjung iseng yang tidak bertanggung jawab. Lama kelamaan, kasianlah buku itu, makin kusam hingga banyak yang enggan untuk membelinya.

“Wanita itu ibarat buku. Jika ia tersampul dengan jilbab, maka itu adalah ikhtiar untuk menjaga akhlaknya. Lebih-lebih kalau jilbab itu tak hanya untuk tampilannya saja, tapi juga menjilbabkan hati.. Subhanallah..!

Pengunjung yang membeli adalah ibarat suami, laki-laki yang telah Allah siapkan untuk mendampinginya menggenapkan ½ dienNya. Dengan gagah berani dan tanggung jawab yang tinggi, ia bersedia membeli buku itu dengan transaksi di kasir yang diibaratkan pernikahan. Bedanya, Pengunjung yang iseng, yang tidak berniat membeli, ibarat laki-laki yang kalau zaman sekarang bisa dikatakan suka pacaran. Menguak-nguak kepribadian dan kehidupan sang wanita hingga terkadang membuatnya tersakiti, merintih dengan tangisan, hingga yang paling fatal adalah ternodai dengan free-sex. Padahal tidak semua toko buku berani menjual buku-bukunya dengan fasilitas buku tersampul. Maka, tentulah toko buku itu adalah toko buku pilihan. Ia ibarat lingkungan, yang jika lingkungan itu baik maka baik pula apa-apa yang ada didalamnya. “

apakah apapun di dunia ini bakal dapet yang seimbang ya, ? Kayak itu deh, buku yang tersampul dibeli oleh pembeli yang bertanggung jawab. Itukan perumpamaan Wanita yang baik dan terjaga akhlaknya juga dapat laki-laki yang baik, bahkan insyallah mapan, sholeh, pokoknya yang baik-baik juga.

” Benar, Seperti janji Allah SWT,

“Wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanit yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (An-Nur:26).
Dan, hanya Allah yang tak menyalahi janji.

Bersumber  Era Muslim

*************

Menjadi wanita adalah amanah. Bukan amanah yang sementara. Tapi amanah sepanjang usia ini ada. Pun menjadi wanita baik itu tak mudah. Butuh iman dan ilmu kehidupan yang seiring dengan pengalaman.

Benar. Menjadi wanita adalah pilihan. Bukan aku yang memilihnya, tapi KAU yang memilihkannya untukku. Aku tahu, Allah penggenggam segala ilmu. Sebelum Ia ciptakan aku, Ia pasti punya pertimbangan khusus, hingga akhirnya saat kulahir kedunia, Ia menjadikanku wanita. Aku sadar, tidak main-main Allah mengamanahkan ini padaku. Karena kutahu, wanita adalah makhluk yang luar biasa. Yang dari rahimnya bisa terlahir manusia semulia Rasulullah atau manusia sehina Fir�aun.

Kalau banyak orang lain merasa bangga menjadi wanita, karena wanita layak dipuja, karena wanita cantik memesona, karena wanita bisa dibeli dengan harta, karena wanita cukup menggoda, dan lain sebagainya, maka justru sebaliknya, dengan lantang aku berkata.. “aku malu menjadi wanita!”

Ya, Aku malu menjadi wanita, kalau faktanya wanita itu gampang diiming-iminggi harta dengan mengorbankan harga dirinya. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita itu sebagai sumber maksiat, memikat, hingga mengajak pada jalan sesat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata dari pandangan dan suara wanita yang tak terjaga sanggup memunculkan syahwat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata tindak tanduk wanita sanggup membuahkan angan-angan bagi pria. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita tak sanggup jadi ibu yang bijak bagi anaknya dan separuh hati mendampingi perjuangan suaminya.

Sungguh, aku malu menjadi wanita yang tidak sesuai dengan fitrahnya. Ya, Aku malu jika sekarang aku belum menjadi sosok wanita yang seperti Allah harapkan. Aku malu, karena itu pertanda aku belum amanah terhadap titipan Allah ini. Entahlah, sampai saat ini , saat dimana umur masih dikandung badan ini aku sudah menjadi wanita macam apa. Aku malu.. Bahkan malu ini berbuah ketakutan, kalau-kalau pada hari akhir nanti tak ada daya bagiku untuk mempertanggungjawabkan ini semua.

Padahal, setahuku dari Bunda Khadijah, Aisyah dan Fatimah, wanita itu makhluk yang luar biasa, penerus kehidupan. Dari kelembutan hatinya, ia sanggup menguak gelapnya dunia, menyinari dengan cinta. Dari kesholehan akhlaknya, ia sanggup menjaga dunia dari generasi-generasi hina dengan mengajarkannya ilmu dan agama. Dari kesabaran pekertinya, ia sanggup mewarnai kehidupan dunia, hingga perjuangan itu terus ada.

Allah, maafkan aku akan kedangkalan ilmuku dan rendahnya tekadku. Aku berlindung pada-Mu dari diriku sendiri. Bantu aku Rabb, untuk tak lagi menghadirkan kelemahan-kelemahan diri saat aku ada di dunia-Mu. Hingga kelak aku akan temui-Mu dalam kebaikan akhlak yang kuusahakan. Ya, wanita sholehah..”

ConFession

kau tak akan pernah tahu…
bahkan saat malam mulai menyapa pagi, aku masih tergugu dalam tangisku
pun dalam mimpi yang sudah berpenghuni
menyesali sesuatu yang tak pernah benar tapi jua kulakukan

aku memang bukan seorang pencinta yang baik, sayangku
meski dalam penuh aku mencintaimu dengan tulus
meski dunia mengatakan iri melihatmu memiliki aku
ah, sungguh aku tak pernah bisa membuatmu berbahagia seluruhnya

kejam
egoisku sangat tak berperasaan
cemburuku membunuh setiap keramahan yang tak terasa manis oleh hati kecilku
hanya karena aku mencintaimu, sayangku
hanya karena itu

maka sungguh tak ada perang yang sengaja aku sulutkan
tidak, meski terkadang liar kataku dalam pengucapan

dan telah kukunci seluruh pintu
tak ada lagi sambungan ceritaku dengan masa lalu yang tlah kuabaikan
karena tak ada lagi yang diinginkan
kecuali kecintaanmu atas kehidupan bersamaku yang diberikan Tuhan

ampuni aku,
seandainya aku belum juga mampu
belum sanggup mencintaimu dengan cara yang kau harapkan dapat kulakukan

aku mencintaimu.

Dibalik pesona Pribadi Muslimah

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya.

“Ibu, mengapa Ibu menangis?”

Ibunya menjawab,

“Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”.

“Aku tak mengerti” kata si anak lagi

Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.

“Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….” Kemudian,

anak itu bertanya pada ayahnya

“Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?”

Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”. … continue reading this entry.

« Previous entries
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.